BeritaDosen

Pengabdian Masyarakat Prodi KPI: Optimalisasi Media Sosial di Tengah Pandemi

Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Surakarta mengadakan Pengabdian Masyarakat Berbasis Penguatan Terhadap Dampak Covid 19 dengan tema “Optimalisasi Media Sosial di Tengah Pandemi”. Pengabdian masyarakat ini melibatkan mahasiswa KPI (M. Afan Jafar) sebagai MC.

Acara digelar di Balai Kelurahan Kartasura pada Sabtu, 20 Juni 2020 dengan narasumber Eny Susilowati, M. Si dan Rhesa Zuhriya B.P, M.I. Kom. Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Dekan 1 FUD, Dr. Hj. Kamila Adnani dan Kaprodi KPI, Agus Sriyanto, M.Si. Sejumlah sepuluh anggota karang taruna Kelurahan Kartasura mengikuti acara tersebut. Protokol kesehatan dijaga betul selama acara berlangsung.

Dalam sambutannya, Dr. Hj. Kamila Adnani menyampaikan bahwa generasi muda harus cerdas bermedia sosial. Misalnya, ketika menemukan informasi yang meragukan hendaknya melakukan tabayun terlebih dahulu. Kehati-hatian dalam berinternet juga wajib diperhatikan, karena jika tidak bisa berujung bui. Para penyebar hoaks dan kebencian contohnya.

Lepas dari itu, Dr. Hj. Kamila Adnani mengapresiasi pengabdian masyarakat prodi KPI. Menurutnya, tema yang diusung sangat relevan dengan kondisi kekinian. Hal senada juga disampaikan Agus Sriyanto, M.Si. Ia menyebut prodi KPI ingin turut serta dalam penanganan dampak covid 19 sesuai bidang ilmu melalui program pengabdian masyarakat.

Pada sesi diskusi Eny Susilowati, M. Si, narasumber dan dosen KPI IAIN Surakarta, menuturkan penggunaan internet dan media sosial di Indonesia sangat tinggi, lebih-lebih di masa pandemi seperti saat ini (efek WFH, SFH). Generasi muda diharapkan dapat memanfaatkan media sosial dan internet sebaik mungkin. Tidak hanya untuk bermain game dan menonton video selama berjam-jam.

Selain itu, mengingat sifat internet yang cair, para netizen hendaknya mampu menjaga diri dan jari ketika beinternet. “Kita harus pandai-pandai memfilter konten sebelum membagikannya di media sosial. Jangan berprinsip yang penting viral dan terkenal. Saring dulu sebelum sharing,” tutur Eny Susilowati, M. Si.

Senada dengan itu, Rhesa Zuhriya B.P, M.I. Kom mendedah karakteristik internet dan media sosial. Ia juga menegaskan pentingnya melek media. Salah satu contoh yang ia kupas adalah mengenai keruhnya informasi soal covid 19 di media sosial dan riuhnya isu konspirasi di balik wabah covid 19. Di akhir paparan, ia mengajak hadirin untuk menjadi netizen yang baik dan beradab.

Peserta menyambut antusias pemaparan para narasumber. Salah seorang peserta, Istantiniyah, berterima kasih pada prodi KPI telah menggelar acara yang menurutnya sangat menarik dan bermanfaat. Ia juga bertanya soal pencegahan hoaks dan seputar UU ITE. Peserta lain, Friska, menanyakan tentang pemanfaatan media sosial untuk jualan online selama masa pendemi. (AZZ)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *