BeritaHMPS

Belajar Menjadi PR Handal

Kamis, (19/11) Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (HMPS KPI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta laksanakan Diskusi Konsentrasi Jurnalistik dengan tema “How to be a Good Public Relations”. Kegiatan ini merupakan program bidang Pengembangan Potensi Sumber Daya Mahasiswa (PPSDM) dan bidang Dakwah.

Diskusi Konsentrasi public relations dilaksanakan via grup WhatsApp. Diskusi tersebut dimulai pukul 18:30 WIB dan di uka oleh saudari Nurani Binar selaku moderator. Selain membuka acara diskusi tersebut, juga sekaligus memimpin acara diskusi Public Relations. Acara diskusi konsentrasi ini diikuti oleh mahasiswa semester 3, maba, dan HMPS KPI. 

Dalam Diskusi Konsentrasi Public Relations ini ada dua pembicara, pembicara yang pertama dari Dosen IAIN Surakarta yaitu Resha Zuhriya, B.P., M.I.Kom. dan pembicara yang kedua adalah Nurhayati, S.Sos. Presenter MTA TV. Resha selaku pembicara pertama menyampaikan bahwa, “PR adalah salah satu konsentrasi yang berfokus pada bagaimana aspek relasi dan kemampuan berkomunikasi sangat dibutuhkan dalam praktis kerjanya. Sekilas, bidang ini akan bicara tentang relasi antar organisasi (lembaga, pemerintahan, institusi) dengan publik (masyarakat dan sasaran). Dalam konsentrasi PR juga mempelajari jurnalistik dan broadcasting. Selain itu dalam PR juga mempelajari mengenai marketing. Seorang PR juga dituntut untuk dapat berbicara dengan baik di depan umum. PR juga harus memiliki inisiatif dan kreasi atas apa yang akan dia lakukan dan programkan. Beberapa lembaga, organisasi, ataupun media juga butuh posisi PR. Boleh dikatakan bahwa PR itu seharusnya multitalenta.”

Sedangkan Nurhayati selaku pembicara kedua menjelaskan kepada pengaplikasian dari teori ke praktek, beliau mengatakan “Berbagai kegiatan yang kita lakukan itu mampu mengasah kepercayaan diri dan public speaking. Karena selalu bertemu banyak orang, dengan karakter berbeda-beda, membuat kita lebih mudah beradaptasi dimanapun kita berada. Pada intinya, teori dan praktik tidak jauh berbeda tergantung kita menempatkannya. PR itu luas dan saya baru menyadarinya kalau di PR justru tidak bisa diam, kita malah dituntut untuk pandai berbicara. Dalam konsenrasi humas, kita bisa menjadi bagian dari jurnalistik sekaligus broadcasting. Saya selalu haus akan ilmu dan pengalaman, selama kegiatan yg diikuti atau baru mau di ikuti itu membawa manfaat ya kenapa tidak.”

Usai penyampaian materi oleh dua pembicara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Sebelum diskusi ditutup, Moderator membacakan kesimpulan dari Diskusi Konsentrasi Public Relations. Harapannya, semoga dari Diskusi Konsentrasi Public Relation tersebut bisa bermanfaat.  Diskusi ditutup oleh Nurani Binar selaku moderator. (MC/Kominfo Hmpskpi20)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *