BeritaHMPSMahasiswa

Membincang Film Lokal di Mojogedang

Bertempat di Aula WCS Mojogedang, Karanganyar HMPS KPI UIN RM Said Surakarta bekerja sama dengan Forum Komunikasi Mahasiswa Nasional Komunikasi dan Penyiaran Islam (Forkomnas-KPI) Wilayah 3 Jateng-DIY menggelar acara Talkshow Perfilman yang bertemakan “Kekuatan Psikososial Film Lokal” (Sabtu, 28 Mei 2022). Acara ini secara khusus ditujukan untuk Mahasiswa program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam dari berbagai PTKI/ PTKIN seJateng-DIY. Menghadirkan dua sineas muda yang berkompeten di bidang perfilman yaitu Dimas Erdhinta Pratama Putra, S.Sn., M.Sn. (Solo Docummentary) dan Muhammad Ali Hasan Akbar, S.Sos. (Gong Cinema) serta dipandu oleh Zahro Afifah (Pengurus Forkomnas-KPI Wil.3) selaku moderator.

Acara ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan lebih kepada mahasiswa KPI tentang perkembangan terkini dunia pefilman khususnya perkembangan film-film lokal. Peserta sangat antusias mengikuti acara pada hari itu, terlihat dari beberapa peserta yang aktif bertanya saat sesi tanya jawab berlangsung, salah satunya dari IAIN Pekalongan yang bertanya mengenai cara mengembangkan ide cerita yang baik dan menarik dalam produksi film pendek.

“Saat menyiapkan cerita jangan terburu-buru, harus diproses walaupun mungkin memakan waktu 1 sampai 2 tahun. Harus lebih banyak ngobrol, sharing dengan teman yang sefrekuensi untuk membicarakan alur cerita yang baik dan menarik,” tukas Hasan.

Dimas juga juga sempat berbagi pengalaman dan tips-tips agar film yang diproduksi mahasiswa siap untuk berkompetisi di berbagai level. Beliau menjelaskan bahwa bagian terpenting sebelum berkompetisi adalah tim produksi harus memahami betul syarat dan ketentuan yang dibuat oleh penyelenggara. Jika ingin membuat film seorang filmmaker harus tau targetnya apa dan bagaimana mencapainya, selanjutnya development atau pengembangan itu sangat penting. Penggagas komunitas Solo Dokumentery ini juga berpendapat bahwa film fiksi harus didukung dengan aktor yang kuat sedangkan film dokumenter sutradaranya adalah Tuhan YME.

Di akhir acara, kedua pemateri menyampaikan kalimat motivasi untuk mendongkrak semangat mahasiswa KPI untuk istiqomah dalam berkarya. “Membuat film itu harus dari hati, segala sesuatu yang dibuat dengan hati akan sampai kehati. Kerjakan segala sesuatu dengan cinta,” ucap Dimas Erdhinta.

“Ketika membuat karya jangan minder, ketika kalian yakin, bagus atau tidaknya film, tetap film itu akan jadi dan menemukan penotonnya tersendiri,” tutur Hasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *